Tips dan Artikel

 
May

19

2019

5 Tips Keamanan untuk Penyalur

2019-05-19 11:24:55 Diterbitkan oleh: Nas Zakaria


Berikut 5 tips keamanan bagi penyalur pekerja rumah tangga, baik member maupun non-member Pembantu.com


1. Verifikasi identitas pekerja dan majikan dengan sempurna

Untuk pekerja, pastikan mereka semua membawa KTP elektronik (eKTP) yang asli. Jangan terima foto kopi. Bila tidak ada eKTP asli, surat keterangan dari Kantor Catatan Sipil dapat diterima juga. Paspor dan SIM juga bisa dijadikan pegangan. Tapi selain itu semuanya berisiko. Ijazah, kartu keluarga, kartu anggota, sertifikat-sertifikat, surat pengantar lurah dan sebagainya sebaiknya tidak diindahkan. 

Untuk majikan, pastikan Anda bertemu langsung dan melihat eKTP, SIM, atau paspor mereka. Sama dengan pekerja, bukti identitas lain tidak layak untuk dipertimbangan. Kalau Anda bertransaksi jarak jauh dengan majikan (misalnya Anda mengirimkan pekerja ke luar kota), salah satu cara verifikasi identitas adalah dengan mentransfer sejumlah uang (nominal kecil saja tapi berupa angka unik) ke rekening bank atas nama pengguna jasa tersebut. Lalu, minta dia menyebutkan jumlah uang yang terkreditkan di rekeningnya. Bank pasti sudah memeriksa identitas nasabah saat pembukaan rekening tersebut. Pihak berwajib bisa mengkases datanya bila diperlukan.

2. Pastikan kontrak kerja sudah ditandatangani semua pihak sebelum atau pada saat pekerjaan dimulai

Kontrak tertulis dalam bisnis penyaluran pekerja adalah keniscayaan. Pelajari baik-baik isi kontrak, bila perlu gunakan jasa konsultan hukum untuk memastikan kontrak sudah ditulis dengan rapi.

Usahakan majikan membaca seluruh isi kontrak sebelum menandatanganinya. Sudah rahasia umum bahwa banyak orang terutama pelanggan tidak mau lagi membaca isi kontrak dengan dalih sudah percaya kepada pihak penyedia jasa (penyalur). Lalu bila nanti ada masalah atau kesalahpahaman, mereka menolak isi kontrak dengan alasan tidak pernah membacanya.

Salah satu cara menghindari masalah ini adalah dengan mengirimkan kontrak dalam soft copy, misal sebagai lampiran pada pesan WhatsApp, sebelum mengirimkan pekerja dan kontrak asli. Untuk penyerahan pekerja jarak jauh (luar kota, luar pulau, luar daerah), draf kontrak harus sudah dikirim sebelum pekerja berangkat. Kontrak final bisa dititipkan pada pekerja.

3. Jangan mengirimkan atau mengizinkan dibawanya pekerja ke luar negeri (kecuali dengan izin lembaga resmi)

Bila terjadi tindak kejahatan terhadap pekerja yang Anda salurkan di luar negeri, polisi Indonesia tidak bisa langsung mengejar pelaku. Berbeda halnya kalau Anda mengirimkan pekerja ke ujung Sumatra atau pedalaman Papua. Pihak berwajib kita masih bisa membantu kalau terjadi hal serupa di sana.

Selain resiko keamanan, masalah legal juga muncul bila Anda memaksakan diri mengirimkan pekerja ke luar negeri tanpa izin. Anda bisa terkena hukuman penjara hanya gara-gara ingin mencari uang jasa yang lebih besar. Sebaliknya bila penyaluran pekerja Anda ke luar negeri difasilitasi lembaga berizin resmi, maka tindakan itu tidak masaah.

4. Lakukan pencocokan antara majikan dan pekerja

Anda harus memastikan sejak awal bahwa majikan dan pekerja sudah cocok, baru menempatkan pekerja tersebut di rumah majikannya. Tanyakan bagaimana kebutuhan majikan dan kondisi rumahnya. Sampaikan informasi itu kepada pekerja dan tanyakan apakah dia sanggup bekerja dengan baik di situ. Kalau dia ragu-ragu, sebaiknya dilatih dan dipersiapkan lagi agar dia mendapat majikan berikutnya yang cocok.

Bila proses pencocokan diabaikan, yang terjadi adalah timbulnya keluhan dari majikan yang hanya memakai pekerja beberapa hari atau beberapa minggu. Pekerja juga mengeluh karena menemukan tempat kerjanya yang kurang nyaman.

Lalu, apa hubungan keluhan mereka dengan keamanan? Terkadang ada pelanggan yang terlalu kecewa dengan keadaan yang dihadapinya, sehingga meluapkan kemarahan dengan berbagai cara sampai "mengancam" perusahaan Anda. Walaupun sudah ada kontrak yang mengatur soal ketidakcocokan, tetap saja mereka bisa mencoba memidanakan Anda dengan tuduhan penipuan dan sejenisnya.

5. Monitor pekerja-pekerja yang sudah ditempatkan

Jangan putuskan komunikasi (baik dengan majikan maupun pekerja) setelah deal. Keamanan pekerja Anda adalah prioritas. Bila pekerja tidak bisa dihubungi sampai berminggu-minggu, itu pertanda atau petunjuk di tempat kerjanya mungkin ada masalah. Jangan puas dengan jawaban dari majikan bahwa pekerja Anda baik-baik saja. Anda harus mendengar sendiri suaranya di telepon.

Demikian beberapa tips agar bisnis Anda aman dan nyaman untuk semua pihak, sehingga usaha Anda bisa langgeng tanpa dibebani masalah keamanan.

------

Mengapa Bergabung di Pembantu.com?