Tips dan Artikel

 
Aug

25

2021

Baby Sitter atau Daycare?

2021-08-25 00:00:00 Diterbitkan oleh: Mimi Laida

Pelanggan daycare serempak menghentikan sementara penitipan anak mereka di lembaga asuh anak di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Hal itu dipicu ketakutan penularan penyakit mematikan itu dari anak lain atau petugas daycare. Tindakan ini juga sejalan dengan anjuran pemerintah untuk meliburkan sekolah dan taman bermain, dan meminta warga negara tetap di rumah saja. Namun demikian, orangtua mulai mencari alternatif lain sebagai solusi ketika keadaan menjadi normal. Apakah lebih baik menggunakan jasa baby sitter daycare? Berikut kelebihan dan kekurangannya.

1. Baby Sitter



Kelebihan:

- Anak bisa tetap bermain dan bergerak di ruang yang sama dengan nyaman, yaitu rumah.
- Anak mendapat perhatian khusus, karena satu baby sitter hanya punya konsentrasi penuh pada satu anak saja.
- Orangtua dapat menyusun dan menentukan peraturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sang baby sitter, sesuai dengan nilai yang ingin dikembangkan.
- Orangtua memiliki banyak waktu luang untuk mengerjakan pekerjaan lain.
- Biaya jasa baby sitter relatif lebih murah karena tidak ada biaya penjemputan dan pengantaran anak seperti di daycare.

Kekurangan:

- Kegiatan sosial anak terbatas. Anak hanya berinteraksi dengan baby sitter nya saja. Risiko anak “lengket” dengan baby sitter sangat besar.
- Tidak bisa mengontrol gizi dan nutrisi makanan yang diberikan ke anak. Kecuali orangtua mau memberikan arahan dan penjadwalan untuk menu makan anak.
- Pengalaman dan keterampilan baby sitter berbeda-beda, maka standar layanan baby sitter tidak terjamin.
- Memerlukan waktu relatif lama untuk mencari baby sitter yang cocok dan terampil.


2. 
Daycare
 



Kelebihan:

- Para staf memiliki dasar pendidikan anak sekaligus ilmu kesehatan anak yang disupervisi langsung oleh pengelola tempat penitipan anak.
- Program di tempat penitipan anak dirancang sesuai perkembangan bayi dan balita. Untuk si balita, lembaga penitipan anak akan menerapkan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
- Anak beraktivitas dan mendapatkan alat bermain yang beragam serta ruang bermain (baik di dalam maupun di luar) yang relatif lebih luas bila dibandingkan ruang mereka di rumah sendiri.
- Anak akan berkenalan dengan suasana baru, orang baru dan bertemu/mengenal anak-anak seusianya. Keterampilan anak untuk beradaptasi terasah sejak dini.
- Anak cenderung tidak lengket dengan pengasuh, karena staf yang bertugas mengurus dan merawat anak tidak hanya satu.

Kekurangan:

- Anak berisiko lebih mudah tertular penyakit dari anak lain atau pengasuhnya.
- Anak harus berbagi perhatian pengasuh dengan anak lain. Karena di tempat penitipan anak, suster harus menangani beberapa anak.
- Orangtua harus menjemput anak sebelum tempat penitipan anak tutup. Daycare pada umumnya tutup di sore hari, sesuai waktu pulang kantor ayah dan ibu.
- Biaya relatif lebih mahal. Bahkan ada biaya tambahan jika orangtua telat menjemput anak.


♣ Tips dan Artikel Lainnya

------

Mencari pembantu dan baby sitter? Klik saja Pembantu.com