Tips dan Artikel

 
Aug

05

2018

6 Tips Agar Pembantu Rumah Tangga Betah

2018-08-05 00:00:00 Diterbitkan oleh: Suci Megawati



Sebagian besar masalah yang berkaitan dengan pembantu rumah tangga (PRT) saat ini adalah masalah PRT kabur atau tidak betah. Tidak hanya majikan kecewa karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk “menjemput” pekerja itu, tetapi juga trauma untuk mengambil pembantu di penyalur. Apa yang dapat kita lakukan untuk membuatnya betah?

Berikut tips dari tim Pembantu.com:

1. Wawancara sebelum merekrut

Jangan anggap dia pasti mau bekerja untuk Anda asal ada niat. Tidak begitu. Walaupun ada niat, kalau dia tidak cocok dengan Anda maka dia juga manusia yang berhak memilih. Kurangi risiko ketidakcocokan dengan melakukan wawancara sebelum merekrut. Jelaskan dengan baik jobdesk-nya, situasi tempat kerjanya, keadaan penghuni rumah, keberadaan binatang piaraan, dan lain sebagainya. Ini mengurasi kemungkinan dia kaget dan minggat tiba-tiba.

2. Anggap pembantu sebagai partner

Anggaplah pembantu anda sebagai asisten anda dalam bersama-sama menyelesaikan pekerjaan rumah. Jangan anggap pembantu sebagai babu atau buruh rendahan, apalagi berlaku kasar baik secara fisik maupun kata-kata yang tidak menyenangkan.

3. Buat pembantu nyaman dalam bekerja

Fasilitas yang layak akan membuat PRT merasa dihargai. Ini bukan hanya menyangkut gaji yang tinggi, tapi juga tempat beristirahat (kamar) yang layak, pakaian yang layak, kecukupan kebutuhan pribadi sehari-harinya misalnya sabun, shampoo, odol, dan lain-lain.

4. Berikan kesempatan sosialisasi kepadanya

PRT memerlukan “me time” untuk bersosialisasi atau bersantai sejenak. Dua atau tiga jam seminggu (di luar cuti tetap) sudah cukup membuat dia kembali fresh. Waktu ini bisa dia manfaatkan untuk bersosialisasi dengan temannya atau melakukan hal-hal pribadi lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghilangkan rasa jenuh akan rutinitas pekerjaan yang setiap hari harus dilakukannya.

5. Tanyakan kehidupan pribadinya

Sediakan waktu 1 jam seminggu untuk sekedar ngobrol atau menanyakan kabar keluarganya. Ini akan membuat dia merasa dihargai dan dipedulikan. Berikan pujian ringan untuk hasil pekerjaan yang Anda anggap cukup memuaskan.

6. Jangan abaikan kesehatannya

Setiap manusia punya keterbatasan dalam kemampuan fisik dan kesehatan. Sediakan budget di luar gaji bulanan apabila dia harus berobat ke dokter atau sekedar beli obat di warung. Sisihkan setengah bulan atau satu bulan dari gajinya setiap tahun. Anggap saja ini sebagai fasilitas asuransi kesehatan. Jika dalam setahun ternyata dana tersebut tersisa, berikanlah itu sebagai “bonus” untuknya atas keberhasilannya menjaga kesehatan. Kalau pembantu kita sehat, pekerjaan rumah pasti beres, dan kitapun merasa puas, ya kan?

------

Mencari pembantu dan baby sitter sudah bisa online. Klik Pembantu.com

 Keamanan Prioritas Kami