Tips dan Artikel

 
Nov

28

2020

5 Tips Aman Merekrut Pembantu via Medsos tanpa Biaya Administrasi

2020-11-28 03:46:33 Diterbitkan oleh: Nas Zakaria


Media sosia (medsos) adalah cara paling cepat, praktis dan murah untuk merekrut asisten rumah tangga (ART). Anda hanya perlu memposting lowongan dengan sedikit penjelasan. Dalam waktu singkat, puluhan pelamar akan menghubungi Anda. Apalagi di tengah pandemi, di mana banyak PRT dan suster kehilangan pekerjaan akibat perampingan di rumah tangga. Misalnya, dulu yang dipakai tiga orang sekarang hanya dua. Selain itu, banyak orang yang tadinya tidak berprofesi sebagai ART tetapi karena kesulitan mencari kerja di tempat lain terpaksa melamar menjadi ART.

Selain berhasil menarik banyak lamaran, cara ini pun murah karena Anda tidak perlu membayar biaya administrasi jutaan Rupiah kepada agen/penyalur. Anda juga tidak perlu mengikat diri pada perjanjian tertulis yang sering membuat pikiran ruwet dan hidup ribet. Proses wawancara bisa dilakukan via telepon, video call, atau dengan menyuruh pelamar datang langsung.

Tapi bagaimana dengan keamanannya? Aman di sini dilihat dari tiga sisi: aman dari kejahatan, keterampilan sesuai kebutuhan, dan pekerja betah di tempat Anda. Pekerja yang direkrut lewat media sosial berisiko tidak aman karena tidak ada filter pihak ketiga (penyalur). Sebagai contoh, bisa saja pelamar berpura-pura menjadi ART tetapi sebenarnya dia bagian dari sindikat penjahat. Tulisan ini bukan menakut-nakuti, tapi cerita lama yang sudah terjadi di dunia nyata.

Berikut beberapa tips agar merekrut pembantu via medsos tanpa biaya administrasi tetap aman untuk Anda.

1. Hubungi keluarganya

Jangan bersandar pada satu orang yang melamar itu. Minta informasi lengkap tentang keluarganya juga. Caranya adalah dengan meminta dibawakan kartu keluarga saat wawancara. Lalu tanyakan nomor telepon salah satu anggota keluarga yang dapat dihubungi. Hubungi yang bersangkutan di belakang pelamar. Bila saat dihubungi, saudara dia itu memberikan respon yang menyenangkan atau sesuai harapan Anda, maka satu langkah keamanan sudah Anda lewati. Bila sewaktu-waktu diperlukan, Anda bisa menghubungi orang itu kembali.

2. Pelajari komentar dan statusnya di media sosial

Minta akses untuk melihat status dan komentar yang diposting bersangkutan di akun-akun medsosnya. Kenali karakter dan pergaulannya dengan membaca komentar-komentar itu. Misalnya, apakah dia suka bergunjing, suka menjelek-jelekkan majikan atau keluarga majikan sebelumnya, mudah tersinggung? Juga takar pergaulannya. Misalnya, dengan siapa dia berteman, apakah ada pacarnya, apakah temannya hanya sedikit? Sebagai patokan umum: pekerja yang pergaulannya luas dan terbuka (banyak teman, banyak yang memfollow, banyak yang suka) lebih berkualitas daripada yang pertemanannya sempit dan tertutup. Kalau isi akunnya terlalu sedikit, maka boleh jadi dia tidak aman untuk direkrut.

3. Periksa kartu identitasnya dan surat polisi

Kedengarannya sepele, tapi KTP elektronik (e-KTP) yang asli adalah syarat mutlak untuk diterima kerja. Itu sudah berlaku di mana-mana, kecuali bagi pemberi kerja yang ceroboh. Jangan sekali-kali menerima fotokopi KTP, ijazah, atau KK saja. Pengganti KTP (kalau benar-benar tidak ada) adalah surat pengantar Kantor Catatan Sipil untuk KTP sementara, SIM yang asli, dan paspor. Di luar itu, jangan terima apapun (termasuk penjelasan ke mana KTP yang asli raib). Idealnya, calon pekerja juga membawa Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari kepolisian. SKCK teruji akurat dalam mengeluarkan catatan kejahatan seseorang. Setiap orang bisa mengurus SKCK, jadi tidak ada alasan untuk mengelak.




4. Tanyakan pengalaman dan masa kerja

Pengalaman dan masa kerja di majikan terdahulu menjadi indikator apakah yang bersangkutan betahan kerja. Kalau dia hanya kerja di sana beberapa bulan, maka kemungkinan besar yang ada di depan Anda hanya pekerja loncatan. Bertanya saja tidak cukup. Minta nomor telepon majikan terdahulu untuk memverifikasi keterangannya. Bila tidak, Anda akan capek sendiri dan pusing karena sebentar-bentar harus mencari pekerja baru, mewawancarai, dan melatih mereka.

5. Lebihkan gajinya

Sepakati gaji secukupnya di awal, lalu buat kejutan kecil dengan menambah sedikit gajinya saat sudah bekerja cukup lama. Dengan kata lain, berikan isentif dalam bentuk gaji kalau kerjanya bagus. Praktik yang paling umum adalah menaikkan gaji sebesar 10% mulai bulan ke-4 dan setiap 12 bulan berikutnya. Jangan pelit dengan gaji. Boleh jadi, 10% itu nilainya tidak seberapa untuk Anda, tapi sangat berharga bagi pekerja. Apalagi bila ditinjau dari sisi psikologis. Pekerja merasa dihargai. Penghargaan material dan psikologis membuat banyak pekerja betah bertahun-tahun berbakti pada majikan yang sama.

Demikian 5 tips aman merekrut pembantu via medsos tanpa biaya administrasi.

------

Merekrut pembantu dan baby sitter lebih aman di Pembantu.com.

♣ 5 Alasan Memakai Pembantu.com