Tips dan Artikel

 
Jul

29

2021

5 Tips Merekrut Pembantu di Tengah PPKM Level 3 dan 4

2021-07-29 00:00:00 Diterbitkan oleh: Nas Zakaria


Peningkatan kasus COVID-19 akhir-akhir ini telah memaksa pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan level 4 di Jawa, Bali, dan berbagai wilayah lainnya. Perjalanan darat, laut dan udara diperketat, walaupun belakangan sedikit dilonggarkan sejak PPKM Darurat berakhir pada 25 Juli 2021. Akses utama antarkota dijaga petugas. Pembantu dan suster yang ingin bekerja sebagian bisa lolos tetapi yang lainnya tertahan di titik-titik sekatan itu. Untuk bepergian antarkota, pelaku perjalanan harus membawa bukti vaksinasi dosis 1. Kondisi ini tidak hanya mempersulit pergerakan pekerja, tetapi juga menambah kecemasan majikan karena PPKM memberi kesan bahwa wabah ini belum reda.

Vaksinasi yang sedang berlangsung tidak segera meredam penularan penyakit yang menyerang pernapasan ini. Hal tersebut mungkin disebabkan vaksinasi yang lambat. Lalu, bagaimana cara memastikan agar perekrutan pekerja rumah tangga tetap aman sambil menunggu COVID-19 mereda lagi atau imunisasinya selesai?

Pembantu.com merangkum di bawah ini beberapa tips merekrut pembantu, baby sitter, perawat lansia dan pekerja rumah tangga lainnya di tengah gempuran wabah corona.

1. Lakukan tes PCR sebelum pekerja masuk kerja

Tes PCR terhadap virus COVID-19 dapat dilakukan di laboratorium terdekat atau rekanan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang sudah diverifikasi. Jangan serahkan pilihan laboratorium pada pekerja, tapi tunjuk sendiri. Sebagai acuan, Kemenkes sudah mengeluarkan daftar rekanan tempat tes PCR untuk keperluan penerbangan. Daftarnya ada di sini.

2. Periksa suhu badan dan staminanya

Indikator sederhana tetapi krusial adalah suhu badan dan batuk. Suhu badan yang terlalu tinggi (di atas 38 derajat Celcius) dan batuk adalah dua gejala utama pada penderita COVID-19, walaupun tidak otomatis orang yang badannya panas dan batuk pasti terjangkit corona. Jadi, untuk aman dan praktisnya, hindari merekrut pekerja yang sedang bersuhu badan tinggi atau batuk. Bila calon pekerja Anda sedang mengalami gajala tersebut, suruh mereka menunggu di rumah sendiri sampai gejalanya menghilang.

3. Pastikan pekerja sudah menjalani imunisasi

Minta pekerja melakukan imunisasi (minimal dosis 1) sebelum masuk kerja. Bila yang bersangkutan belum melakukannya, daftarkan segera untuk menjalaninya. Sekarang sudah tidak disyaratkan lokasi imunisasi harus sama demosili KTP pekerja. Jadi, Anda bisa mengarahkan imunisi di mana saja. Status imunisasi dapat dicek di sini.

4. Isolasi pekerja selama beberapa hari

Sekalipun pekerja Anda tidak menunjukkan gejala sakit apapun, ada baiknya Anda menjaga jarak (social distancing) dengan pekerja baru Anda setidaknya selama 7 hari. Bila perlu, atur agar beban pekerjaannya seminim mungkin dan minta yang bersangkutan mengisolasikan diri di kamarnya beberapa hari. Bila dalam waktu tersebut, dia sehat-walafiat saja (tanpa gejala batuk, bersih, dan lain-lain), maka dapat dianggap dia sudah steril dari virus.

5. Hindari pekerja yang terlalu tua

Statistik menunjukkan bahwa pekerja di atas 50 tahun lebih rentan terhadap serangan COVID-19 daripada mereka yang lebih muda. Semakin lanjut usia, daya tahan tubuh pekerja juga ikut menurun. Umur ideal pekerja rumah tangga di tengah pandemi COVID-19 adalah 18-45 tahun. Kemungkinan terjangkit sama (baik tua atau muda), tapi peluang yang muda bertahan dan sembuh lebih besar.

Demikian hal-hal yang perlu dilakukan untuk meminimalisir resiko tertular virus corona dari pembantu baru.

Kapan waktu merekrut yang tepat?

Jawabannya tidak sama untuk semua orang karena mereka tidak menghadapi urgensi yang sama. Sebagian keluarga sangat membutuhkan pembantu dan suster. Bagi mereka merekrut adalah kebutuhan mendesak. Bagi yang lainnya yang bisa menunda tentu tidak ada masalah menunggu sampai vaksinasi selesai.

Bila Anda adalah kelompok pertama, lebih baik merekrut sekarang karena tidak ada waktu yang lebih baik daripada saat ini. Selalu ikuti protokol kesehatan dengan benar (bermasker, jaga jarak, cuci tangan) baik selama perekrutan maupun setelah pekerja tiba di rumah.

Bagaimana cara menginterview mereka?

Wawancara bisa dilakukan online via telepon atau teleconference. Anda tidak perlu bertemu langsung (tatap muka) selama proses wawancara. Setelah melakukan pemesanan, penyalur akan memberikan kesempatan telepon atau video call agar wawancara bisa dilakukan jarak jauh. Untuk memulai, klik "Pesan Sekarang" pada profil pekerja yang diminati.

------

Merekrut pembantu dan baby sitter lebih aman di Pembantu.com.

♣ 5 Alasan Memakai Pembantu.com